PT PLN (PERSERO) adalah perusahaan BUMN yang menjalankan tugas Pemerintah menyediakan kebutuhan Energy Listrik Undang-Undang No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Kapasitas listik terpasang saat ini (2014) baru dapat memenuhi kebutuhan listrik sebesar 84,0% dengan kapasitas 47.097 MW sehingga masih banyak wilayah di Indonesia yang tidak memiliki listrik. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat elektrifikasi Indonesia lebih rendah daripada Singapura (100%), Brunei (99,7%), Thailand (99,3%), Malaysia (99%), Vietnam(98%). Untuk mencapai tujuan memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik sebanyak 8,8% dan target rasio elektrifikasi 97,4% pada tahun 2019 maka diperlukan tambahan kapasitas terpasang sebesar 35.000 MW. Dengan ini pemerintah meluncurkan program 35.000 MW agar semakin banyak daerah yang bisa menikmati listrik.
Dengan adanya program 35.000 MW maka dibutuhkan dana dan sumber daya manusia. Sehingga, PLN melakukan perekrutan pegawai baru hampir di seluruh wilayah Indonesia seperti Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Manado, Ujung Pandang, Ambon, dan Jayapura.
Semua perusahaan memiliki standar dan berbagai tahap tes yang harus dilalui oleh calon pegawai baru dalam perekrutan, begitu halnya untuk menjadi pegawai baru PLN calon pegawai harus melewati beberapa tahap yang telah ditetapkan, yaitu;
  • Seleksi berkas, yang terpenting dalam tahap ini adalah calon pegawai harus melampirkan segala dokumen yang dipersyaratkan terutama IPK minimal 3.00 dan melampirkan pengalaman organisasi yang pernah di ikuti, walaupun hanya jadi panitia atau lebih baik lagi jika pernah menduduki struktur organisasi di kampus ataupun di luar kampus. Pengalaman organisasi akan sangat berperan pada tahap wawancara. Tes GAT (General Aptitude Tes), Tes ini serupa dengan tes psikotes dasar ketika tes masuk PTN. Pada tes ini yang diperlukan adalah kecepatan berpikir, ketelitian, kecermatan menghitung, logika dan pengetahuan bahasa. Misalnya, antonim, sinonim, pengelompokan kata, matematika dasar dengan soal cerita, deret angka, menyusun potongan-potongan gambar (segitiga, lingkaran, setengah lingkaran, atau persegi), kemudian soal logika tiga dimensi (pola gambar dadu), terakhir menghafal kata dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan. Yang dibutuhkan dalam tes ini adalah latihan terus-menerus mengenai tes GAT/psikotest dasar, fokus, teliti, dan santai, serta meninggalkan soal yang susah karena dalam tes GAT digunakan waktu tiap tahap soal. Jangan lupa untuk menjaga kejujuran karena pada saat tes pengawas akan berjalan melihat dan mencatat nama peserta yang berbuat curang seperti membuka hp ataupun saling contek dengan peserta yang ada di sebelahnya.  
  • Tes Akding/Akademik dan Bahasa Inggris. Pada tahap ini soal akan sesuai dengan basic pendidikan peserta ketika kuliah dan mendaftar. Selain itu ada juga tes bahasa Inggris. Tes ini untuk melihat kemampuan peserta mengingat pelajaran ketika kuliah dan apakah peserta mampu berbahasa Inggris karena hal ini diperlukan ketika calon pegawai mengikuti diklat sesuai dengan bidangnya dan memahami bahasa Inggris yang ada dalam materi diklat. Pada saat itu saya mendaftar di bidang akuntansi S1, soal yang muncul ketika saya tes kebanyakan tentang akuntansi dasar, laporan keuangan, akuntansi biaya, dan auditing. Sedangkan pada soal bahasa Inggris terbagi dua yaitu, pertama mengenai grammar dan struktur bahasa inggris dasar, yang kedua mengenai bacaan dalam bahasa Inggris yang beruhubungan dengan teknik sehingga perbanyak kosakata Inggris mengenai teknik.  
  • Psikotes, Pada tahap ini di bagi beberapa tahap tes, pertama peserta akan diberikan tes Pauli (rekening koran) untuk melihat ketepatan dalam berhitung dan daya tahan. Di tes ini yang diperlukan adalah konsistensi atau grafik yang menanjak dalam berhitung, saat itu saya hanya mengerjakan satu setengah halaman lembar. Jangan sampai kalian pada saat awal mengerjakan dengan cepat namun di bagian akhir kecepatan berhitung anda melambat atau kalian mengerjakan dengan cepat namun tidak tepat. Menurut saya yang dibutuhkan adalah konsentrasi terhadap perhitungan dan melakukannya dengan cepat dengan grafik yang konsisten sejak awal, jangan panik ketika orang di samping anda meminta tambahan lembaran kertas karena belum tentu jawaban mereka tepat. Fokus, santai, dan butuh latihan kecepatan berhitung terutama penjumlahan yang kalian rasa sulit.Selanjutnya, mengerjakan soal pilihan ganda mengenai kepribadian, menurut saya yang penting adalah kejujuran mengenai kepribadian agar terdapat konsistensi terhadap jawaban yang dipilih. Bagian ketiga, tes Warteg (melengkapi gambar) kemudian peserta akan diperintahkan untuk memberikan nomor sesuai dengan perintah panitia tes. Gambarnya tidak perlu yang terlalu sulit karena akan dibatasi oleh waktu. Tes, 4 yaitu menggambar manusia yang kemudian diberikan penjelasan mengenai apa kegiatan manusia dalam gambar kita, dan bagaimana kelebihan serta kekurangannya. Di sini tidak diperlukan gambar yang bagus seperti pelukis namun yang terpenting adalah kelengkapan fisik dari gambar orang serta jangan membuat kelemahan dan kelebihan orang tersebut bertolak belakang, seperti kelemahan “pemalu” tetapi kelebihannya “mudah bergaul”. Ketika tes saya menggambar seorang Polisi yang sedang upacara dan memiliki sifat disiplin dan menghargai waktu. Terakhir adalah menggambar pohon sesuai dengan arahan panitia, gambar pohonnya juga jangan terlalu bagus seperti pelukis karena PLN tidak mencari seorang pelukis. Saya menggambar pohon mangga yang lengkap dengan, buah, batang, dahan, ranting, daun, akar. Di tahap menggambar, peserta tidak diharapkan menghapus coretan yang telah terlanjur dicoret di kertas sehingga butuh kehati-hatian dan karena dibatasi waktu gambar pohonnya tidak perlu digambar seperti pelukis yang terpenting pohonnya memiliki bagian yang lengkap. 
  • Tes kesehatan fisik. Pada tahap ini peserta akan di tes dengan beberapa tahap, di mulai dari tes mata minus, buta warna, pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, berat badan dan tinggi serta informasi mengenai kesehatan anda 6 bulan terakhir. Menurut saya yang banyak gugur pada tes ini adalah tes buta warna dan berat badan dan tinggi yang tidak proporsional terutama bagi peserta yang merasa kelebihan berat badan sebaiknya berusaha menurunkan berat badan pada posisi ideal atau setidaknya mendekati ideal. Tes kesehatan dalam Peserta akan diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak sebelum tes, mengkonsumsi banyak sayur-sayuran. Pada tahap ini sebaiknya anda pergi memeriksakan kesehatan dalam anda ke dokter sebelum tes yang sebenarnya agar dapat mengetahui hal apa saja yang perlu anda lakukan. Di sini akan di ambil sampel darah, urine, tes jantung, dan ronsen paru-paru, serta diperiksa ambeien. Maka sebelum tes diharapkan peserta menjaga kesehatan jauh-jauh hari, seperti mulai ketika lulus berkas, rutin lari sore, bagi yang merokok berhentilah untuk sementara, perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, kurangi makan makanan yang digoreng, dan yang terpenting kurangi begadang.
  • Tes wawancara Ini adalah tahap terakhir dari tes untuk jadi pegawai baru, yang diperlukan di sini adalah kecakapan dalam wawancara, kejujuran, dan pengalaman organisasi serta prestasi. Namun bagi mereka yang tidak memiliki prestasi jangan berkecil hati karena yang diperlukan adalah kegiatan yang anda lakukan selama ini positif bagi diri anda dan lingkungan sekitar anda. Apa yang anda akan lakukan kedepannya dan terutama siap-kah anda di tempatkan di seluruh Indonesia. Anda harus meyakinkan pewawancara yang terdiri dari pegawai PLN dan seorang psikolog kalau anda sangat ingin bekerja dan memiliki kemampuan untuk kemajuan perusahaan. Jangan lupa pelajari hal-hal mengenai PLN sebelum tes. 
  • Catatan, dalam setiap tahap peserta tes akan berkurang setengahnya namun pada tes wawancara jumlah yang gugur akan sangat sedikit dari jumlah peserta tes PLN sehingga peluang lulus akan sangat terbuka. PLN menerima seluruh lulusan kampus negeri maupun swasta asalkan kampusnya terkareditas. Panitia rekrutmen PLN tidak melihat background kampus tapi kemampuan dan etika individu. 
PLN merupakan salah satu perusahaan BUMN yang terbesar di Indonesia karena memiliki aset sebanyak 1.229 Triliun dan laba PLN sebanyak kurang lebih 15 Triliun di tahun 2015. Jadi, tidak merugilah kalian jika bergabung menjadi pegawai PLN. Selamat berjuang dan semoga sukses.


PLN untuk kemajuan bangsa Indonesia menjadi negara yang berdaulat dari segi ketersedian listrik.
Pada umumnya masyarakat Indonesia tahu dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) terutama jika di rumahnya terjadi pemadam, kebanyakan orang akan menyalahkan PLN. Tujuan utama PLN adalah menjaga ketersedian listrik bagi seluruh rakyat Indonesia dari ujung Barat-Timur (Sabang-Merauke) dan ujung Utara-Selatan(Miangas-Pulau Rote). Namun, memang pada kenyataannya masih ada wilayah yang belum dapat menikmati listrik.
Ketika listrik padam dengan cepat orang akan menyalahkan PLN tanpa mencari tahu alasan kenapa listrik bisa padam. Kebanyakan orang tidak tahu bagaimana perjuangan pegawai PLN untuk menjaga agar listrik PLN tidak padam. Namun, hal yang paling penting orang ketahui adalah ketika listrik padam maka PLN akan mengalami kerugian finansial (keuangan). PLN mendapatkan pendapatan dari menjual listrik sehingga jika listrik padam maka PLN tidak menjual apapun sehingga pendapatan akan berkurang. Jadi, akibat dari padamnya listrik bukan hanya merugikan masyarakat tetapi juga merugikan PLN nya sendiri.
Listrik yang menyala di rumah, kantor, tempat ibadah, pasar, mall, dsb melalui proses yang panjang dan kompleks(rumit) agar dinikmati oleh masyarakat. Pernahkah masyarakat merenungkan atau memikirkan mengenai proses tersebut? Saya akan menjelaskan proses tersebut secara ringkas dan mudah yang di mulai dari diproduksinya listrik dari pembangkitan kemudian disalurkan ke jaringan transmisi lalu di distribusikan melalui kabel-kabel yang ada pada tiang listrik di dekat rumah atau kantor anda.
Setiap perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya akan menemukan kendala, begitu halnya dengan PLN yang juga memiliki kendala dalam menyediakan tenaga listrik untuk masyarakat. Ada beberapa kendala yang membuat ketersedian listrik di masyarakat masih kurang. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat maka PLN harus menambah produksi listrik, jika ingin menambah produksi listrik PLN harus membuat pembangkitan yang berarti PLN membutuhkan pendanaan yang besar untuk mewujudkan sebuah pembangkitan baru. PLN tidak memiliki dana sendiri untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendirian pembangkit di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, PLN harus mencari pendanaan dari investasi asing yang memerlukan proses lama dan harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh negara.
Tugas PLN tidak sampai dengan berdirinya pembangkit untuk memproduksi listrik tetapi juga mendirikan jaringan transmisi dan distribusi untuk menyalurkan listrik tersebut ke masyarakat. Dana untuk membangun transmisi tidak sebanyak membangun pembangkit namun kendala utamanya adalah pembebasan lahan warga untuk mendirikan transmisi tersebut. Perlu diketahui bahwa tidak semua warga yang lahannya ingin digunakan untuk mendirikan tower transmisi setuju untuk menjual lahannya kepada PLN. Logisnya warga seharusnya setuju karena listrik tersebut pun nanti untuk mereka juga, namun pada kenyataannya ada warga yang menolak hal tersebut walaupun PLN sudah ingin memberi ganti rugi ataupun kompensasi. Pernahkah kalian melihat tower listrik di gunung-gunung? Tower itu dibangun oleh pegawai PLN. Bentang alam Indonesia yang terdiri dari gunung-gunung juga menghambat pengerjaan jaringan transmisi.
Setelah pembangkit dan jaringan transmisi dibangun listrik belum bisa sampai ke masyarakat tanpa adanya jaringan distribusi yaitu tiang listrik tempat bergantungnya kabel-kabel listrik. Sama halnya dengan pembebasan lahan untuk tower transmisi, kendala PLN dalam membangun jaringan distribusi adalah adanya warga yang menolak pendirian tiang listrik di depan rumahnya.
Seharusnya masyarakat sadar bahwa ketersedian listrik bisa dengan mudah dinikmati oleh masyarakat jika kendala seperti pembebasan lahan untuk pembangunan fasilitas listrik tidak diperoleh lagi oleh petugas PLN di lapangan. PLN tidak dapat membangun sebuah pembangkitan jika jaringan transmisi dan distribusi belum lengkap. Logikanya walaupun PLN sudah bisa memproduksi listrik di pembangkit namun jaringan transmisi dan distribusi belum ada maka tidak ada jalan/jalur untuk menyalurkan listrik tersebut. Sedangkan PLN mendirikan sebuah pembangkit dari hutang kepada investor yang tiap bulan harus dibayarkan bunganya.
Pada hakikatnya perusahaan ingin mendapatkan keuntungan dalam proses bisnisnya. Rumus sederhana laba adalah pendapatan dikurangi dengan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Untuk mendapatkan laba maka diperlukan selisih antara harga jual yang lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Namun, itu tidak terjadi dalam proses bisnis PLN. Harga jual listrik kepada masyarakat lebih rendah daripada biaya pokok produksinya. Sudah bisa ditebak bahwa PLN mengalami kerugian namun kerugian tersebut ditutupi oleh pemerintah dengan subsidi. Hal ini disebabkan kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan daya listrik yang masih disubsidi oleh pemerintah. Sebenarnya subsidi listrik ditujukan untuk warga negara yang kurang mampu namun banyak warga yang sudah mampu tetapi masih menggunakan daya listrik yang disubsidi oleh pemerintah. Hal ini yang mengurangi pendapatan PLN sehingga pendanaan untuk peningkatan sarana kelistrikan juga berkurang.
Tidak hanya itu, kebanyakan warga Indonesia menggunakan listrik pasca bayar yaitu menikmati listrik dulu baru kemudian membayarkannya. Di sini diharapkan kesadaran pengguna untuk membayar tagihan listriknya tiap bulan namun banyak juga pengguna yang telat membayar listrik atau tidak membayar listrik yang telah dinikmatinya. Ketika petugas PLN ingin mencabut listriknya karena tunggakan pembayaran, pengguna berbalik marah dan mengancam petugas PLN. Diperlukan kesadaran yang besar oleh setiap pengguna listrik untuk memenuhi kewajiban setelah menikmati hak-haknya. Tunggakan ataupun tidak membayar tagihan lisitrik akan mengurangi pendapatan PLN yang juga akan berimbas pada pendanaan PLN.
Namun kendala yang sangat tidak diinginkan PLN yaitu ketika pengguna menggunakan listrik secara ilegal (mencuri listrik) karena hal tersebut akan merugikan PLN dan juga merupakan sebuah pelanggaran hukum.
Semoga dengan berkurangnya kendala yang dihadapi PLN dalam menyediakan tenaga listrik akan membuat pelayanan listrik semakin meningkat sehingga masyarakat bisa menikmati listrik tanpa harus ada pemadaman lagi.
Terakhir yang kalian harus tahu bahwa pegawai PLN dengan sukarela meninggalkan kampung halaman mereka untuk bekerja di daerah lain demi tercapainya ketersedian listrik yang baik di seluruh wilayah Indonesia. Mungkin saja pegawai PLN yang biasa melayani anda dan seluruh warga di daerah tempat tinggal anda sebenarnya tidak berasal dari daerah anda namun berasal dari daerah lain yang sangat jauh karena kami pegawai PLN siap ditempatkan di mana saja ketika negara membutuhkan.



Setiap manusia yang dilahirkan di muka bumi ini memiliki hak dan martabat yang sama. Namun, beberapa ras manusia menganggap ras-nya lebih tinggi daripada ras-manusia dari belahan dunia lain. Pemikiran tersebut menimbulkan perlakuan yang tidak adil terhadap ras-yang dianggap lebih rendah seperti penghinaan, kebencian, diskriminasi,  perbudakan, bahkan sering berujung pada kejahatan genosida.
Sejarah kelam perbudakan yang telah berakhir sejak Abilitionism (penghapusan perbudakan) mulai terjadi pada abad 18 dan awal abad 19. Abraham Lincoln adalah tokoh penting yang berupaya untuk menghapuskan perbudakan di Amerika Serikat walaupun akhirnya menyebabkan perang sipil di Amerika. Namun, walaupun perbudakan telah lama berakhir tetapi rasisme masih saja berlangsung hingga kini.
Bangsa Indonesia pun pernah mengalami perbuatan rasis selama Era Kolonialisme. Bangsa kita dianggap lebih rendah oleh mereka (bangsa Eropa) yang memiliki kulit putih. Mereka memperlakukan rakyat Indonesia dengan sangat keji, diskriminasi seperti memberlakukan hukuman yang berbeda antara orang pribumi dan orang Eropa, dan membedakan sekolah untuk orang pribumi dan Eropa.
Setelah bangsa Indonesia merdeka, satu hal yang menjadi harapan para pendiri bangsa ini adalah hilangnya perlakuan rasis terhadap sesama pribumi bangsa Indonesia. Mereka pendiri bangsa ini menjadikan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi satu jua) sebagai pegangan bangsa. Mereka menyadari bahwa perbedaan suku, budaya, dan bahasa-lah yang membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan akan dihargai oleh bangsa lain. Tidak sepantasnya sebagai sesama anak bangsa, kita masih saling mengungkit perbedaan yang akan mencerai-beraikan persatuan yang telah didirikan atas dasar perbedaan.
Perlakuan rasis kepada suatu suku/ras lain akan menimbulkan rasa kebencian, permusuhan, dan pada akhirnya mereka yang merasa mendapatkan perlakuan diskriminasi akan menuntut hak yang setara. Sehingga, akan mengakibatkan kerusuhan antar ras yang berujung pada terpecah-belahnya persatuan bangsa akibat saling menganggap ras-nya lebi tinggi daripada ras/suku lain.



  • Ciri utama kalangan terpelajar adalah mampu menulis. Dengan, tulisan, kalian dapat mengabarkan apa pun kepada mereka yang ada di Eropa atau di mana pun. Gagasan kalian akan abadi, tidak seperti pidato yang bakal hilang terbawa angin.“Engku Guru Nawawi”.
  • Aku tidak butuh jabatan gemerlap untuk hidup. Biarlah gajiku hanya belasan gulden, tetapi dari tanganku kelak akan lahir sosok-sosok yang bakal mengubah wajah Hindia. "Tan Malaka" 
  • Wouters adalah sekeping koin, di depan Tuhan dia seorang Katolik, tetapi dihadapan manusia dia seorang Marxis. Aku yakin sepenuhnya bahwa Wouters telah khatam tentang konsistensi martir Kristus, seorang pengabdi kemanusian. Dia tak merancang kehidupan seperti orang kebanyakan-kapan berkeluarga, rumah macam apa yang akan dibangun, di sekolah mana anak-anaknya akan belajar. Yang ada dibenaknya adalah kesejahteraan kaum buruh. “Pemikiran Tan Malaka terhadap Wouters, seorang pejuang buruh yang ia temui ketika di Belanda”. 
  • Tan Malaka adalah Ibrahim di era kapitalis busuk ini. Tan Malaka adalah simbol perlawanan, simbol kepercayaan kakekkmu bahwa kau akan memperkaya nagarimu, bahwa kau akan mengarahkan bangsamu ke jalan damai sejahtera. Jadi, angkat kapakmu, duhai Tan Malaka, dan hancurkan berhala-berhala kapitalis itu!  “Wouters”.
  • Mereka telah mengajariku makna demokrasi hakiki. Berbeda pendapat boleh saja, tetapi bukan berarti pertentangan emosional mesti ada. Bahkan perbedaan pendapat dalam menganalisa suatu gagasan bukan bermakna tak saling mendukung. Meskipun jalan yang kami tempuh jauh berbeda, sesungguhnya tujuan sama, yaitu kesejahteraan rakyat Hindia. “Pemikiran Tan Malaka terhadap Van Kol dan Brooshoft”. 
  • Setiap orang boleh jadi memiliki pikiran cerdas, tapi semua gagasan itu mubazir kalau cuma terlontar di mulut. Ideologi semestinya bukan hanya mendekam di kepala dan hati, tetapi juga menggerakkan tangan dan kaki. “Alimin”. 
  • Saat ini yang kita perlukan adalah pendidikan yang berbasiskan Rakyat. Maksudku, sistem dan kurikulumnya mesti menentang habis-habisan pendidikan kolonial yang membebek pada kapitalisme. Pendidikan rakyat mesti bertumpu pada tiga tujuan. Pertama, pendidikan keterampilan sebagai bekal untuk berkiprah dalam masyarakat kapitalis, seperti membaca, menulis, berhitung, ilmu alam, bahasa, dan sebagainya. Pendidikan bergaul, berorganisasi, dan berdemokrasi guna membentuk karakter pemuda Hindia yang tangguh, percaya diri, dan penuh harga diri. Dan ketiga, pendidikan yang berorientasi cinta kepada rakyat melarat. “Pemikiran Tan Malaka mengenai pendidikan yang cocok untuk Hindia”. 
  • Zaman sudah berubah. Perdagangan bukan lagi sebatas Hindia, melainkan sampai ke Eropa dan seluruh dunia. Saudara sudah melihat orang-orang dengan beragam warna kulit berjalan-jalan di atas mobil di sekeliling kita. Karena itu tenaga kasar yang dibayar murah lama-lama akan tersisih. Jadi, kalau Saudara ingin bersaing dan mendapatkan sesuatu yang lebih baik, Saudara harus melatih otot lainnya, yang terletak di antara kedua telinga Saudara. Seluruh bangsa ini harus sekolah. Kita harus jadi lebih pandai. Kita mesti belajar keahlian baru. “Pidato Semaun ketik menghadiri Perkumpulan Kaum Buruh Semarang". 
  • Bukan hanya belas iba kepada kaum tertindas yang ditumbuhkan di hati para murid, tetapi juga kesadaran bahwa ketidakadilan ini bukanlah sesuatu yang tergaris di telapak tangan, bukanlah takdir Tuhan. Kewajiban kalangan terpelajar di masa depan: membela berjuta-juta kaum proletar. “Pemikiran Tan Malaka ketika berbincang dengan Semaun mengenai sekolah rakyat yang akan mereka dirikan”. 
  • Di sekolah rakyat, kita juga mesti memberikan hak mereka, hak untuk bermain, hak untuk menikmati masa kanak-kanak. Selanjutnya, yang juga tidak boleh diabaikan adalah murid-murid kelak harus ingat kepada berjuta-juta kaum kromo, yang hidup dalam kemeralatan. Jangan sampai mereka serupa pemuda-pemuda tamatan sekolh-sekolah pemerinah dan partikelir biasa yang bukan hanya melupakan, tetapi bahkan menghina bangsanya sendiri. “Pidato Tan Malaka ketika menjelaskan pendirian sekolah SI Semarang”. 
  • Aku gagal total dari sisi materi, tapi Engku juga tentu tahu, pemimpin yang lembek bukan hanya akan membunuh dirinya sendiri, melainkan juga bakal menghancurkan organisasi. Sepasukan domba yang dipimpin seekor singa lebih baik daripada sepasukan singa yang dipimpin seekor domba. Apakah kita akan mendorong sebongkah batu besar kepuncak gunung hanya untuk membiarkannya jatuh menggelinding? “Perkataan Tan Malaka kepada Haji Agus Salim dan Sumitro ketika ditekan untuk mundur sebagai calon Presiden CSI”. 
  • Para pemegang pena tidak butuh sekolah khusus. Kesadaran dan keparatnya hidup adalah sekolah dan guru mereka. Setiap kali seorang pemegang pena mati, selalu ada yang mencampakkan cangkul dan sabitnya, menggantinya dengan pena dan kertas. “Pendapat Tan Malaka ketika berdebat dengan lelaki yang ingin menangkapnya”. 
  • Di sini (penjara) tak ada serpihan arang, dan sipir telah menyita pena dan buku catatanku. Aku tak dapat lagi menulis. Keterasingan ini benar-benar membunuhku pelan-pelan.”Curahan perasaan Tan Malaka ketika di penjara”. 
  • Kertas dan pena disita, pergaulanku digunting, kegelapan dan rasa dingin yang hebat menyelimuti hari-hariku. Tapi ada yang mereka lupakan-aku adalah raja bagi pikiranku. .”Curahan perasaan Tan Malaka ketika di penjara”. 
  • Revolusi lahir karena berbagai keadaan yang mendukungnya, bukan sekadar karena ada pemimpin dengan semangat dan otak yang luar biasa. Yang kita butuhkan sekarang hanyalah kesadaran dan kesabaran revolusioner sembari membangun aksi massa yang siap diletuskan ketika saatnya tepat. “Ucapan Tan Malaka kepada Usadiningrat mengenai revolusi”. 
  • Kita, sebagai kaum marxis, mesti bertumpu pada kebutuhan, kemauan, dan kekuatan kaum kromo. Jika mereka belum masak-revolusioner dan belum siap menentang musuh dalam dan luar negeri yang sangat terorganisir itu, jangan sampai kita terprovokasi. Kita tak boleh sampai tertipu hingga bertempur pada tempat dan saat yang tidak kita kuasai. “Ucapan Tan Malaka ketika ditangkap dan di tuduh sebagai agen PID”. 
  • Ketika unjuk rasa berlangsung tak berujung karena rakyat sudah kenyang menahan lapar. Ketika rakyat sekedar tertawa saat pentungan ataupeluru polisi datang menghantam. Ketika pengusaha pribumi menolak membayar pajak dan kaum tani merebut kembali tanah-tanah mereka. Ketika serikat buruh kereta dan kapal tanah-tanah mereka. Ketika serikat buruh kereta dan kapal akan menentang pembuangan para pemimpin rakyat. Ketika massa aksi mematahkan jerujui penjara dan para pemimpin rakyat dibebaskan. Ketika para serdadu dimamah perasaan bersalah sampai tidak berani menembak rakyat tak bersenjata. Ketika kulit putih tidur dengan pistol di tangan dan tak berani bersantap sebelum hidangannya diperiksa dokter. “Perdebatan Tan Malaka dengan Anggota PKH yang ingin melakukan pemberontakan”.
  •  Aku menyadari, dalam sebuah perjuangan sangat mungkin ada pengkhianatan. Apalagi lawan yang dihadapi begitu digdaya. Keputusasaan dan godaan berupa uang dan jabatan, di samping ancaman pembunuhan dan intimidasi, bisa mengubah seorang pejuang yang menggebu-gebu menjadi seekor serigala berbulu domba. Keberadaan munafik seperti inilah yang acap kali jauh lebih berbahaya daripada musuh itu sendiri. “Kesadaran Tan Malaka mengenai Usadiningrat”.
  • Penduduk desa di didik untuk patuh dan taat, untuk menerima nasib, dan menertawakan penderitaan. Mereka tak diajari membuka mulut apalagi mengoyak baju di dada. “Isi surat dari Enur, wanita yang berjuang mempertahankan tanahnya dari kaum kapitalis dan feodal”.
Penulis           :HENDRI TEJA
Penerbit         :JAVANICA
Tahun terbit  :APRIL 2016



Penulis           :HENDRI TEJA
Penerbit         :JAVANICA
Tahun terbit  :APRIL 2016

Buku ini terdiri dari 5(lima) bab, pertama “Lelaki yang Merindu Nian”, kedua “Lelaki yang Pergi dengan Riang”, ketiga “Lelaki yang Berlari cepat”, keempat “Lelaki yang mendahului”, terakhir “Lelaki yang Mengatur Perkara”.
Dia dilahirkan di tanah minang, berangkat menuju Belanda untuk mendapatkan pendidikan Eropa. Ia ingin membantu memajukan bangsanya melalui pendidikan sehingga ia bersekolah di sekolah guru. Namun, di sana ia memperoleh kesadaran baru tentang perlakuan penjajah terhadap bangsanya yang tidak adil dan bangsanya berhak untuk merdeka karena ia melihat di negeri Eropa semua orang sederajat dan berhak menentukan hidupnya sendiri tanpa ada tindakan rasis.
Di Negeri Belanda ia belajar berorganisasi, perjuangan  buruh, dan doktrin tentang sosialisme. Namun, setelah organisasinya berkembang, ia disingkirkan oleh Belanda yang merasa bahwa organisasi yang dipimpin oleh Tan Malaka akan membahayakan kedudukan Belanda di negeri jajahannya “Indonesia”.
Tan Malaka juga merasakan keindahan cinta Fenny, seorang wanita Belanda yang sangat peduli dengan dirinya. Namun, di akhir perjalanannya di negeri Belanda mereka harus berpisah karena Tan Malaka memilih jalan untuk berjuang memerdekakan bangsanya dari penjajah.
Pada akhirnya ia memang kembali ke negerinya untuk memperjuangkan kemerdekaan melalu jalan pendidikan, lalu menjadi pemimpin pergerakan/organisasi. Tan Malaka merelakan kehidupan pribadinya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya walaupun ia beberapa kali harus ditangkap, kabur dari penjara, orang yang dekat dengan dirinya di bunuh, dan pada akhirnya ia pun mendapatkan malapetaka yang tak pernah ia inginkan dalam hidupnya.