• Ciri utama kalangan terpelajar adalah mampu menulis. Dengan, tulisan, kalian dapat mengabarkan apa pun kepada mereka yang ada di Eropa atau di mana pun. Gagasan kalian akan abadi, tidak seperti pidato yang bakal hilang terbawa angin.“Engku Guru Nawawi”.
  • Aku tidak butuh jabatan gemerlap untuk hidup. Biarlah gajiku hanya belasan gulden, tetapi dari tanganku kelak akan lahir sosok-sosok yang bakal mengubah wajah Hindia. "Tan Malaka" 
  • Wouters adalah sekeping koin, di depan Tuhan dia seorang Katolik, tetapi dihadapan manusia dia seorang Marxis. Aku yakin sepenuhnya bahwa Wouters telah khatam tentang konsistensi martir Kristus, seorang pengabdi kemanusian. Dia tak merancang kehidupan seperti orang kebanyakan-kapan berkeluarga, rumah macam apa yang akan dibangun, di sekolah mana anak-anaknya akan belajar. Yang ada dibenaknya adalah kesejahteraan kaum buruh. “Pemikiran Tan Malaka terhadap Wouters, seorang pejuang buruh yang ia temui ketika di Belanda”. 
  • Tan Malaka adalah Ibrahim di era kapitalis busuk ini. Tan Malaka adalah simbol perlawanan, simbol kepercayaan kakekkmu bahwa kau akan memperkaya nagarimu, bahwa kau akan mengarahkan bangsamu ke jalan damai sejahtera. Jadi, angkat kapakmu, duhai Tan Malaka, dan hancurkan berhala-berhala kapitalis itu!  “Wouters”.
  • Mereka telah mengajariku makna demokrasi hakiki. Berbeda pendapat boleh saja, tetapi bukan berarti pertentangan emosional mesti ada. Bahkan perbedaan pendapat dalam menganalisa suatu gagasan bukan bermakna tak saling mendukung. Meskipun jalan yang kami tempuh jauh berbeda, sesungguhnya tujuan sama, yaitu kesejahteraan rakyat Hindia. “Pemikiran Tan Malaka terhadap Van Kol dan Brooshoft”. 
  • Setiap orang boleh jadi memiliki pikiran cerdas, tapi semua gagasan itu mubazir kalau cuma terlontar di mulut. Ideologi semestinya bukan hanya mendekam di kepala dan hati, tetapi juga menggerakkan tangan dan kaki. “Alimin”. 
  • Saat ini yang kita perlukan adalah pendidikan yang berbasiskan Rakyat. Maksudku, sistem dan kurikulumnya mesti menentang habis-habisan pendidikan kolonial yang membebek pada kapitalisme. Pendidikan rakyat mesti bertumpu pada tiga tujuan. Pertama, pendidikan keterampilan sebagai bekal untuk berkiprah dalam masyarakat kapitalis, seperti membaca, menulis, berhitung, ilmu alam, bahasa, dan sebagainya. Pendidikan bergaul, berorganisasi, dan berdemokrasi guna membentuk karakter pemuda Hindia yang tangguh, percaya diri, dan penuh harga diri. Dan ketiga, pendidikan yang berorientasi cinta kepada rakyat melarat. “Pemikiran Tan Malaka mengenai pendidikan yang cocok untuk Hindia”. 
  • Zaman sudah berubah. Perdagangan bukan lagi sebatas Hindia, melainkan sampai ke Eropa dan seluruh dunia. Saudara sudah melihat orang-orang dengan beragam warna kulit berjalan-jalan di atas mobil di sekeliling kita. Karena itu tenaga kasar yang dibayar murah lama-lama akan tersisih. Jadi, kalau Saudara ingin bersaing dan mendapatkan sesuatu yang lebih baik, Saudara harus melatih otot lainnya, yang terletak di antara kedua telinga Saudara. Seluruh bangsa ini harus sekolah. Kita harus jadi lebih pandai. Kita mesti belajar keahlian baru. “Pidato Semaun ketik menghadiri Perkumpulan Kaum Buruh Semarang". 
  • Bukan hanya belas iba kepada kaum tertindas yang ditumbuhkan di hati para murid, tetapi juga kesadaran bahwa ketidakadilan ini bukanlah sesuatu yang tergaris di telapak tangan, bukanlah takdir Tuhan. Kewajiban kalangan terpelajar di masa depan: membela berjuta-juta kaum proletar. “Pemikiran Tan Malaka ketika berbincang dengan Semaun mengenai sekolah rakyat yang akan mereka dirikan”. 
  • Di sekolah rakyat, kita juga mesti memberikan hak mereka, hak untuk bermain, hak untuk menikmati masa kanak-kanak. Selanjutnya, yang juga tidak boleh diabaikan adalah murid-murid kelak harus ingat kepada berjuta-juta kaum kromo, yang hidup dalam kemeralatan. Jangan sampai mereka serupa pemuda-pemuda tamatan sekolh-sekolah pemerinah dan partikelir biasa yang bukan hanya melupakan, tetapi bahkan menghina bangsanya sendiri. “Pidato Tan Malaka ketika menjelaskan pendirian sekolah SI Semarang”. 
  • Aku gagal total dari sisi materi, tapi Engku juga tentu tahu, pemimpin yang lembek bukan hanya akan membunuh dirinya sendiri, melainkan juga bakal menghancurkan organisasi. Sepasukan domba yang dipimpin seekor singa lebih baik daripada sepasukan singa yang dipimpin seekor domba. Apakah kita akan mendorong sebongkah batu besar kepuncak gunung hanya untuk membiarkannya jatuh menggelinding? “Perkataan Tan Malaka kepada Haji Agus Salim dan Sumitro ketika ditekan untuk mundur sebagai calon Presiden CSI”. 
  • Para pemegang pena tidak butuh sekolah khusus. Kesadaran dan keparatnya hidup adalah sekolah dan guru mereka. Setiap kali seorang pemegang pena mati, selalu ada yang mencampakkan cangkul dan sabitnya, menggantinya dengan pena dan kertas. “Pendapat Tan Malaka ketika berdebat dengan lelaki yang ingin menangkapnya”. 
  • Di sini (penjara) tak ada serpihan arang, dan sipir telah menyita pena dan buku catatanku. Aku tak dapat lagi menulis. Keterasingan ini benar-benar membunuhku pelan-pelan.”Curahan perasaan Tan Malaka ketika di penjara”. 
  • Kertas dan pena disita, pergaulanku digunting, kegelapan dan rasa dingin yang hebat menyelimuti hari-hariku. Tapi ada yang mereka lupakan-aku adalah raja bagi pikiranku. .”Curahan perasaan Tan Malaka ketika di penjara”. 
  • Revolusi lahir karena berbagai keadaan yang mendukungnya, bukan sekadar karena ada pemimpin dengan semangat dan otak yang luar biasa. Yang kita butuhkan sekarang hanyalah kesadaran dan kesabaran revolusioner sembari membangun aksi massa yang siap diletuskan ketika saatnya tepat. “Ucapan Tan Malaka kepada Usadiningrat mengenai revolusi”. 
  • Kita, sebagai kaum marxis, mesti bertumpu pada kebutuhan, kemauan, dan kekuatan kaum kromo. Jika mereka belum masak-revolusioner dan belum siap menentang musuh dalam dan luar negeri yang sangat terorganisir itu, jangan sampai kita terprovokasi. Kita tak boleh sampai tertipu hingga bertempur pada tempat dan saat yang tidak kita kuasai. “Ucapan Tan Malaka ketika ditangkap dan di tuduh sebagai agen PID”. 
  • Ketika unjuk rasa berlangsung tak berujung karena rakyat sudah kenyang menahan lapar. Ketika rakyat sekedar tertawa saat pentungan ataupeluru polisi datang menghantam. Ketika pengusaha pribumi menolak membayar pajak dan kaum tani merebut kembali tanah-tanah mereka. Ketika serikat buruh kereta dan kapal tanah-tanah mereka. Ketika serikat buruh kereta dan kapal akan menentang pembuangan para pemimpin rakyat. Ketika massa aksi mematahkan jerujui penjara dan para pemimpin rakyat dibebaskan. Ketika para serdadu dimamah perasaan bersalah sampai tidak berani menembak rakyat tak bersenjata. Ketika kulit putih tidur dengan pistol di tangan dan tak berani bersantap sebelum hidangannya diperiksa dokter. “Perdebatan Tan Malaka dengan Anggota PKH yang ingin melakukan pemberontakan”.
  •  Aku menyadari, dalam sebuah perjuangan sangat mungkin ada pengkhianatan. Apalagi lawan yang dihadapi begitu digdaya. Keputusasaan dan godaan berupa uang dan jabatan, di samping ancaman pembunuhan dan intimidasi, bisa mengubah seorang pejuang yang menggebu-gebu menjadi seekor serigala berbulu domba. Keberadaan munafik seperti inilah yang acap kali jauh lebih berbahaya daripada musuh itu sendiri. “Kesadaran Tan Malaka mengenai Usadiningrat”.
  • Penduduk desa di didik untuk patuh dan taat, untuk menerima nasib, dan menertawakan penderitaan. Mereka tak diajari membuka mulut apalagi mengoyak baju di dada. “Isi surat dari Enur, wanita yang berjuang mempertahankan tanahnya dari kaum kapitalis dan feodal”.
Penulis           :HENDRI TEJA
Penerbit         :JAVANICA
Tahun terbit  :APRIL 2016



Penulis           :HENDRI TEJA
Penerbit         :JAVANICA
Tahun terbit  :APRIL 2016

Buku ini terdiri dari 5(lima) bab, pertama “Lelaki yang Merindu Nian”, kedua “Lelaki yang Pergi dengan Riang”, ketiga “Lelaki yang Berlari cepat”, keempat “Lelaki yang mendahului”, terakhir “Lelaki yang Mengatur Perkara”.
Dia dilahirkan di tanah minang, berangkat menuju Belanda untuk mendapatkan pendidikan Eropa. Ia ingin membantu memajukan bangsanya melalui pendidikan sehingga ia bersekolah di sekolah guru. Namun, di sana ia memperoleh kesadaran baru tentang perlakuan penjajah terhadap bangsanya yang tidak adil dan bangsanya berhak untuk merdeka karena ia melihat di negeri Eropa semua orang sederajat dan berhak menentukan hidupnya sendiri tanpa ada tindakan rasis.
Di Negeri Belanda ia belajar berorganisasi, perjuangan  buruh, dan doktrin tentang sosialisme. Namun, setelah organisasinya berkembang, ia disingkirkan oleh Belanda yang merasa bahwa organisasi yang dipimpin oleh Tan Malaka akan membahayakan kedudukan Belanda di negeri jajahannya “Indonesia”.
Tan Malaka juga merasakan keindahan cinta Fenny, seorang wanita Belanda yang sangat peduli dengan dirinya. Namun, di akhir perjalanannya di negeri Belanda mereka harus berpisah karena Tan Malaka memilih jalan untuk berjuang memerdekakan bangsanya dari penjajah.
Pada akhirnya ia memang kembali ke negerinya untuk memperjuangkan kemerdekaan melalu jalan pendidikan, lalu menjadi pemimpin pergerakan/organisasi. Tan Malaka merelakan kehidupan pribadinya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya walaupun ia beberapa kali harus ditangkap, kabur dari penjara, orang yang dekat dengan dirinya di bunuh, dan pada akhirnya ia pun mendapatkan malapetaka yang tak pernah ia inginkan dalam hidupnya.

    Manusia di zaman modern kebanyakan pernah mengalami stress dan rasa kurang percaya diri. Ada berbagai penyebab hal tersebut seperti karena seringkali mengalami kegagalan, mendapatkan musibah, ataupun karena diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut berdampak pada mindset pikirannya sehingga ia memandang bahwa kesuksesan telah jauh dalam jangkauannya. Berbagai metode diciptakan untuk mengurangi atau menyembuhkan rasa frustasi yang berlebihan seperti berkonsultasi dengan psikilog dan menghadiri seminar-seminar motivasi, serta salah caranya adalah membaca buku-buku motivasi atau pengembangan diri agar kepercayaan diri yang telah runtuh agar dapat bangkit kembali untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan. Menurut saya buku Life Will Never Be The Same adalah salah satu buku terbaik untuk mengembalikan kepercayaan diri atau memotivasi manusia untuk selalu berkembang demi mencapai sukses yang diinginkan oleh setiap orang. Maka saya meringkas buku ini agar kalian mendapat gambaran sedikit tentang buku Life Will Never Be The Same.
Buku yang ditulis oleh Davit Setiawan berisi motivasi untuk para pembacanya. Pada intinya membahas tentang bagaimana manusia seharusnya berubah sesuai dengan perubahan zaman atau dia akan dipaksa berubah oleh arus perkembangan zaman yang semakin maju dan modern. Ada berbagai penyebab manusia sulit berubah seperti manusia sangat susah keluar dari zona nyaman (comfort zone) .
Dalam hidup, perubahan tidak dapat kita hindari karena suka atau tidak perubahan merupakan salah satu hukum dalam kehidupan dan pasti akan terjadi. Tanpa perubahan, kehidupan mungkin saat ini tidak jauh berbeda dengan zaman purba. Tanpa perubahan hidup akan sangat monoton dan suatu saat akan kesulitan menghadapi masa depan. Banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan karena menolak perubahan seperti Nokia dan Kodak.
Pada kenyataannya manusia memang sangat sulit untuk berubah, termasuk berubah untuk menjadi lebih baik. Padahal jika manusia ingin sukses maka mereka seharusnya  sadar, mau, dan berani melakukan perubahan dalam diri mereka bahkan ketika perubahan itu belum tiba. Setiap saat mereka selalu meng-upgrade level kehidupan. Perubahan dapat berupa inovasi, upgrade skill, membaca buku-buku pengembangan diri, mengikuti seminar, dan lain-lain. Sesungguhnya, suatu proses selalu menghasilkan suatu hasil, baik itu hasil yang matang maupun karbitan.
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih belajar, akan menjadi pemilik masa depan. Semua orang mempunyai masa lalu, namun tidak semua orang mempunyai masa depan. Tidak jarang orang mencari masa depan mereka di masa lalu, ingatlah bahwa tidak ada ada masa depan di masa lalu. Maka yang harusnya yang kita lakukan adalah mengambil pembelajaran berharga yang terjdi di masa lalu. Perubahan menjanjikan kesempatan dan kekuatan baru. Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan.
Hari untuk berubah itu tidak akan datang kecuali anda yang melakukan perubahan dalam hidup saat ini. Banyak orang menganggap bahwa dengan tetap berada pada zona nyaman, mereka sudah mengambil langkah aman. Namun, anggapan ini salah karena sebenarnya mereka telah membenamkan potensi terbaik yang ada dalam dirinya untuk bergerak maju. Jika kita menginginkan suatu pencapaian yang lebih dalam hidup kita, pasti ada harus yang dikorbankan dan salah satunya adalah kenyamanan yang kita sering dirasakan. Kita harus berani melakukan sesuatu yang baru jika ingin berkembang menjadi lebih baik. Jika anda tidak mendorong diri anda untuk bergerak maju, maka kehidupan ini akan memaksa anda untuk bergerak. No body can go back and start new beginning but anyone can start today and make a new ending. Segala sesuatu yang dianggap “terlambat” bukanlah suatu alasan untuk mundur dan menyudahi impian. Ingin memiliki keidupan seperti apa di masa depan merupakan pilihan anda.
Rutinitas kita disadari atau tidak sangat mungkin membenamkan kemampuan kita untuk tumbuh. Kebanyakan orang berfokus pada sesuatu yang salah sekalipun mereka sadar itu salah. Anda tidak akan tumbuh selama anda tidak mengubah fokus anda. Maka saat ini juga, ubahlah fokus anda pada sesuatu yang menjadikan anda hebat. Fokus yang tepat akan melipat gandakan kekuatan anda untuk berhasil. Fokus kelak akan berubah menjadi suatu kebiasaan. Beberapa manfaat jika manusia mempunya fokus, adalah sebagai berikut ;
1.      Membuat tujuan semakin jelas
2.      Mampu meruntuhkan hal-hal yang seakan mencoba menghardik kita untuk mengalihkan fokus kita
3.      Menjadikan pencapaian seseorang berbeda dengan yang lain
Kegagalan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Kegagalan merupakan sebuah kata yang tidak enak di dengar dan tidak semua orang di dunia menginginkan hal itu Kegagalan masa lalu dapat menyebabkan kita tidak mampu mengeluarkan potensi terbaik. Berhenti mengurung diri dalam keterpurukkan masa lalu sehingga masa depan yang cemerlang bisa dicapai tanpa ada rasa takut dari masa lalu. Segala sesuatu yang pernah terjadi dalam hidup anda memang bagian dari hidup anda yang bukan untuk anda sesali. Sehingga. untuk menjadi orang sukses jangan pernah melihat bahwa keadaan buruk atau kegagalan merupakan suatu final, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Selain itu, kesulitan mengajarkan banyak ilmu kehidupan yang kita tidak pernah dapatkan di pendidikan formal. Jalanilah kehidupan dengan menatap kesulitan dan rintangan secara positif.
Tidak ada kesuksesan sejati tanpa penolakan. Semakin banyak penolakan yang dialami, anda akan semakin banyak belajar dan semakin dekat dengan harapan anda. Penolakan bukanlah suatu kegagalan, tetapi penolakan adalah suatu pengalaman yang bisa membuat kita lebih baik lagi. Jika kita diperhadapkan dengan kegagalan itu berarti kita harus berusaha lebih keras lagi. Kita belajar bahwa orang-orang sukses tidak pernah sukses tanpa kegagalan.  Bangkit dari kegagalan adalah suatu keharusan jika kita ingin tetap maju karena tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan.
Orang-orang sukses selalu belajar dari pengalaman yang mereka lalui. Guru terbaik adalah pengalaman dan kegagalan terburuk itu. Kesulitan hidup bukanlah bencana besar dan momok yang sangat menyeramkan. Selalu ada alasan mengapa kita ditempatkan dikondisi-kondisi tertentu. Karena kita sedang di persiapkan untuk menjadi seseorang lebih bernilai. Sambutlah setiap kesulitan dengan jiwa besar, sehingga jika suatu saat nanti anda telah tiba dipuncak kesuksesan, maka anda pasti akan berterima kasih kepada setiap kesulitan yang pernah anda alami karena anda telah menjadi kuat oleh kesulitan-kesulitan itu.
Tidak ada satu orang pun yang bisa memilih untuk lahir dalam keluarga kaya dan rupawan atau pun lahir dalam kondisi cacat, menderita, dan miskin. Semua keterbatasan tidak menghalangi namun harus membuat kita bekerja lebih keras lagi. Semua orang sukses adalah mereka yang telah melewati pedihnya diremehkan, sakitnya keterpurukan, dan dalamnya luka penderitaan. Kehidupan memang dipenuhi oleh badai-badai penghambat, bahkan akan ada masa di mana setiap orang akan “saling mangsa”. Maka untuk bertahan dan tetap tumbuh dan berkembang, anda harus jadi mangsa yang tangguh yang tidak dapat untuk ditaklukkan oleh siapapun.
Orang sukses adalah orang yang memiliki goals (tujuan) dalam hidupnya. Goals inilah yang membuat akselerasi mereka semakin cepat, terarah, dan mendorong mereka untuk bergerak maju. Goals akan memberikan daya tarik kepada kita, sehingga kita bergerak untuk mencapainya. Untuk menjadi sukses, sederhana. Tahu apa yang anda lakukan dan cintai apa yang anda lakukan serta percaya apa yang anda lakukan. Selain itu, mencapai kesuksesan, kita harus fokus, kerja keras, dedikasi, komitmen dan keteguhan hati. Orang sering melihat orang sukses dari buah keberhasilannya, tapa melihat seberapa banyak dan besar pengorbanan yang mereka lakukan. Pengorbanan, kerja keras dan semangat pantang menyerah merupakan harga yang harus dibayar untuk mencapai kesuksesan. Sukses anda tidak bergantung pada orang lain.
Orang sukses dan orang gagal sama-sama seorang pemimpi. Perbedaannya, orang gagal adalah mereka yang terlelap dalam mimpi yang seakan-akan keadaan itu akan membawa impian menjadi kenyataan, sedangkan orang sukses adalah mereka yang terus bermimpi dan mewujudkan impian itu dengan tindakan. Orang-orang sukses memulai kesuksesan mereka dengan semangat dan optimisme kemudian menciptakan keajaiban-keajaiban melalui tindakan nyata dan terarah. Sedang orang gagal mengharapkan keajaiban itu datang untuk merubah kehidupannya
Pada dasarnya orang sukses di dunia adalah para pemberani, berani menghadapi risiko dan berani menerima keadaan dirinya sendiri. Keberanian untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini akan membawa menuju kesuksesan. Jika ingin hasil yang terbaik maka manusia harus berjuang, bekerja keras, berkorban dan mendedikasikan hidupnya untuk meraih yang dicita-citakannya. Tidak ada seorang penakut yang sukses.

Keterangan : 
Penulis : Davit Setiawan
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : Februari 2013
Kategori : Motivasi (Pengembangan Diri)


Bigger Thomas, seorang pemuda berumur 20 tahun yang hidup dalam keluarga yang miskin berkulit hitam dan tidak berpendidikan di Chicago pada tahun 1930-an. Pada suatu pagi dia bangun di apartemen sempit bersama keluarganya di kota South Side. Dia melihat tikus yang besar berlari cepat di seberang ruangan, kemudian ia membuat tikus tersebut  tersudut lalu dibunuhnya dengan wajan. Bigger dibesarkan di bawah kondisi prasangka rasial yang keras di tahun 1930-an di Amerika, Bigger dibebani dengan keyakinan yang kuat bahwa ia tidak memiliki kontrol atas hidupnya dan bahwa ia tidak bisa bercita-cita apa pun selain  pekerja kasar sebagai buruh yang berupah rendah.
Ibunya menyuruh dia menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Mr. Dalton agar ia bisa mendapatkan uang sehingga keluarga mereka bisa pindah ke apartemen yang lebih baik.  Jika ia tidak bekerja keluarganya akan kelaparan. Namun, Bigger tidak peduli dengan tawaran tersebut karena ia telah memiliki rencana untuk merampok tokoh makanan milik Mr. Blum bersama teman-temannya. Walaupun Gangnya mengetahui bahwa jika mereka merampok orang kulit hitam polisi tidak akan peduli namun jika orang yang mereka rampok orang kulit putuh mereka akan memasuki wilayah baru yaitu aturan kulit putih.
Bigger bersama teman-temannya  bertemu di Doc’s pool untuk membuat rencana merampok Mr. Blum. Setelah terjadi ketegangan antara Bigger bersama salah seorang temannya yang ragu untuk merampok, mereka akhirnya setuju untuk bertemu lagi pada pukul 03.00 untuk pergi merampok.
Sebelum merampok Bigger menghabiskan uang yang dimilikinya dengan menonton bioskop untuk menghilangkan ketakutannya merampok. Dia bercerita bahwa dia lebih baik masuk ke penjara daripada pergi untuk wawancara pekerjaan. Sebelum film diputar ia melihat berita tentang seorang wanita muda yang bernama Mary Dalton, reportenya mengomentari bahwa Mary terkejut karena keluarganya ingin dia mengakhiri hubungannya bersama kekasihnya. Bigger menyadari bahwa wanita tersebut adalah putri dari calon majikannya, Mr. Dalton.
Setelah menonton Bigger bersama temannya bertemu lagi untuk segera menjalankan rencana mereka namun salah seorang temannya belum datang. Bigger sebenarnya telah merasa ketakutan dan ia bahagia jika temannya tidak datang. Namun, tak berapa lama temannya tersebut datang, Bigger menyalahkan temannya tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada lagi waktu untuk merampok sambil memukulnya. Anggota yang lain curiga dengan kelakuan Bigger dan balik menyalahkan bahwa Bigger lah yang ingin menggagalkan rencana mereka sehingga ia diancam dengan senjata. Bigger pun meninggalkan temannya dan pulang ke rumahnya.
Bigger kemudian menuju rumah Mr. Dalton untuk di wawancarai, setibanya di sana ia melihat kemegahan rumah yang dimiliki Mr. Dalton. Ia merasa bahwa kehidupan mereka sungguh berbeda. Mr. Dalton adalah pemilik apartemen yang ditinggali oleh Bigger bersama keluarganya. Sebelum masuk ke ruang kerja Mr. Dalton ia melihat Mrs Dalton yang berjalan dengan menyentuh dinding, Bigger berpikir bahwa Mrs. Dalton telah buta. Pada saat wawancara tiba-tiba datang Mary Dalton dan mereka saling diperkenalkan. Akhirnya, dia pun diterima menjadi supir dikeluarga Mr. Dalton. Tugas pertama yang dia peroleh adalah mengantarkan Mary ke Universitas malam itu juga.
Bigger lalu bertemu dengan pembantu keluarga tersebut yang bernama Peggy. Menurut penuturan Peggy, keluarga Dalton sangat senang dan peduli dengan orang berkulit hitam, supir Mr. Dalton sebelumnya juga adalah seorang pemuda kulit hitam. Mrs. Dalton menyuruh supir terdahulu untuk bersekolah setelah tamat ia berhenti dan bekerja di kantor pemerintahan. Setelah makan malam Bigger diperintahkan untuk menyalakan tungku setelah itu Peggy menunjukkan kamarnya yang dia rasa sangat besar.
Sebelum mengantar Mary Dalton ke Universitas dia ke dapur dan menemui Mrs. Dalton sehingga Bigger mendapatkan pertanyaan tentang latarbelakang pendidikannya. Bigger merasa memiliki rencana lain daripada ke sekolah.
Malam itu juga Bigger mengantarkan Mary yang ternyata tidak ingin ke Universitas melainkan ingin diantarkan untuk bertemu kekasihnya Jan Erlone. Bigger pun diperkenalkan kepada Jan Erlone yang seorang anggota kelompok komunis yang berjuang melawan ketidakadilan. Mereka pergi ke restoran untuk makan lalu minum-minum bersama.
Diperjalanan pulang Mary memberitahukan bahwa dia akan ke Detroit besok pagi sehingga Bigger diperintahkan untuk membawakan koper Mary ke stasiun. Mereka akhirnya sampai di rumah Mr.Dalton. Bigger yang melihat Mary telah mabuk, ia antarkan ke kamar. Tiba-tiba muncul perasaan terangsang melihat tubuh Mary, Bigger lalu menciumi Mary. Namun, tiba-tiba Mrs. Dalton masuk ke kamar anaknya karena panik Bigger menutup wajah Mary dengan bantal yang membut perempuan tersebut mati. Bigger yang mulai panik mulai menyusun rencana. Dia memutuskan untuk membakar tubuh Mary di tungku ruang bawah tanah. Lalu besoknya ia akan bertindak tidak terjadi apa-apa dan menuduh bahwa Jan yang membawa Mary lari karena Mr.Dalton melihat Jan sebagai komunis yang berbahaya.
Keesokan harinya Bigger bangun lebih pagi daripada keluarganya. Ia mulai membuat alibi kepada ibunya bahwa ia pulang jam 2 malam bukan seperti sangkaan ibunya yang menduga Bigger belum pulang hingga pukul 4 malam. Bigger merasa ia telah menciptakan kehidupan yang baru setelah membunuh Mary. Ia meyakinkan dirinya bahwa ia tidak sengaja membunuh Mary dan berharap bahwa semua orang di sekelilingnya tidak mengetahui perbuatannya.
Bigger berpikir tentang Mary dan mulai percaya bahwa pembunuhannya dibenarkan karena rasa malu, takut dan orang kulit putihlah yang melakukannya. Dia berharap orang kulit hitam lain memiliki rasa solidaritas untuk berperang melawan orang kulit putih. Ia berangan-angan ada orang kulit hitam seperti Hitler yang datang mencambuk orang kulit hitam lain agar mereka tidak takut dan malu lagi.
Setiba di rumah Mr. Dalton ia menemukan Peggy mengintip ke dalam tungku. Bigger berpikir untuk membunuh Peggy namun ia melihat tidak ada hal yang mencurigakan. Bigger memperlihatkan pamflet komunis yang diberikan Jan kepadanya. Peggy melihat mobil ditinggalkan di luar sepanjang malam, Bigger mengatakan bahwa Mary yang menyuruhnya. Peggy ragu-ragu tetapi Bigger mengatakan bahwa ada laki-laki yang datang ke rumah Dalton malam sebelumnya. Bigger berpura-pura ketika Mary tidak turun dari kamarnya, Peggy menunjukkan bahwa mungkin Mary telah pergi ke stasiun.
Bigger kemudian menguping percakapan antara Mrs. Dalton dan Peggy, ia bersemangat menonton drama ini terungkap. Jan lalu menelpon untuk berbicara dengan Mary. Peggy percaya bahwa Mary yang meminta Jan untuk menelpon agar bisa menutupi sesuatu. Peggy curiga melihat tidak semua pakaian Mary di kemasi. Bigger mulai gugup dan Mrs. Dalton bertanya lagi kepadanya dan mengulangi ceritanya. Mrs. Dalton memberikan ia waktu sehari untuk libur.
Bigger menuju ke rumah kekasihnya Bessie dan memperlihatkan uang yang ia dapatkan. Bigger merasa ia gagal memperoleh uang banyak selama pembunuhan. Ia kemudian menyusun rencana untuk meminta uang tebusan terhadap Mary. Bigger memberitahu Bessie bahwa ia dapatkan uang itu dari anak majikannya yang melarikan diri dengan seorang komunis. Bigger berniat untuk membuat catatan tebusan untuk mengumpulkan lebih banyak uang. Dia meyakinkan bahwa Mary telah hilang selama-lamanya ketika Bessie mulai curiga ia mengancam akan memukul Bessie. Dia menyuruh Bessie untuk mengambil uang tebusan sedangkan dia akan ke rumah Mr.Dalton untuk mengetahui rencana Mr. Dalton. Bessi setuju walaupun ia ragu-ragu.
Bigger kemudian kembali ke rumah Mr. Dalton, sesampainya ia melihat ke tungku dan menambahkan lagi batubara ke dalamnya. Ia kemudian bertemu dengan Mr. Dalton lalu di suruh untuk ke stasiun mengambil koper Mary. Mr. Dalton juga menemukan bahwa Mary belum tiba di Detroit. Ia pun kembali ditanyai oleh Mr. Dan Mrs. Dalton, ia pun mengulangi ceritanya.
Ketika tiba di stasiun Bigger bertemu dengan Britten, seorang detektif swasta yang disewa keluarga Mr. Dalton. Bigger merasa gembira karena untuk pertama kalinya dia yang memegang kendali terhadap orang-orang kulit putih. Bigger menceritakan bahwa ia hanya mengikuti instruksi Mary. Ketika ditanyakan tentang Jan, ia mulai memainkan peran anak kulit hitam yang bingung.
Britten menuduh Bigger seorang komunis dan akan dituduh sebagai mitra Jan. Namun, Mr. Dalton mengatakan bahwa ia tidak bisa menahan Bigger karena dia berkulit hitam. Ia mengatakan bahwa Bigger adalah anak yang baik.
Dalton dan Britten membawa Jan ke rumahnya untuk ditanyai dan menyangkal bahwa ia melihat Mary malam sebelumnya. Mr. Dalton menawarkan uang kepada Jan untuk mengungkapkan keberadaan Mary namun Jan keluar dari rumah tersebut.
Bigger kemudian memberitahu perkembangan terbaru dan ia menyuruh Bessie untuk meminta uang tebusan sebesar $10.000 lalu ia menyuruh untuk menandatanganinya dengan gambar palu dan arit. Bessie tidak ingin membantu Bigger dan menuduh Bigger sebagai pembunuh Mary. Bigger pun mengakuinya dan mengatakan bahwa itu tidak apa-apa karena orang kulit putih membunuh lebih banyak orang kulit hitam. Bessie yang ketakutan tidak ingin terlibat namun Bigger mengancamnya.
Bigger kembali ke rumah Mr.Dalton dan menyelipkan catatan tebusan itu di bawah pintu. Mr. Dalton menemukannya dan memanggil Britten. Bigger masih memperlihatkan perilaku pemalu dan bodohnya.
Jan pun ditangkap sehubungan hilangnya Mary, Mr. Dalton memperlihatkan permintaan tebusan yang ditandangani dengan lambang partai komunis. Jan memiliki saksi yang bertentangan dengan cerita Bigger. Para wartawan senang mendengar bahwa Bigger tidak ingin makan bersama Jan dan Mary. Mereka ingin mencetak artikel bahwa Bigger “seorang primitif negro” tidak ingin terganggu dengan peradaban orang kulit putih.
Wartawan berkumpul di ruang bawah tanah untuk membahas cerita, Peggy meminta Bigger untuk membersihkan abu dari tungku. Bigger tidak ingin mengangkat abu sebelum wartawan meninggalkan ruangan. Namun, abu yang telah memenuhi ruangan menyebabkan asap tebal menyelimuti ruang bawah tanah. Setelah asapnya hilang, wartawan melihat beberapa potong tulang dan anting-anting di lantai. Bigger menyadari kesalahannya dan kabur melalui jendela.
Bigger menuju rumah Bessie agar tidak menuju ke tempat uang tebusan. Bessie mengatakan bahwa pemerintah akan mencurigai dia sebagai pemerkosa lalu membunuh Mary untuk menghilangkan jejak. Bigger kemudian berpikir bahwa Bessie hanya akan menghambat pelariannya sehingga ia membunuh Bessie dengan memukulkan batu bata di tengkorak Bessie. Setelah pagi Bigger meninggalkan rumah Bessie, ia seperti mendapatkan kekuatan baru lagi. Ia membaca surat kabar yang mengatakan bahwa mungkin Mary diserang secara seksual sebelum di bunuh dan polisi memerintahkan untuk menggeledah setiap bangunan di sisi selatan.
Bigger kemudian bersembunyi di bangunan yang hampir roboh dan ia disana ia teringat bagaimana dulu ia bersama keluarganya pernah diusir dari apartemen hanya dua hari sebelum runtuh. Keesokan harinya polisi menangkap Bigger dan membawanya turun dari kerumunan orang kulit putih yang marah dan menuntut untuk membunuh “kera yang hitam”.
Jan mengunjungi Bigger di penjara. Dia mengatakan bahwa dia mengerti bagaimana ia takut, marah, dan malu Bigger melalui pelanggaran yang tabu sosial sehingga membuat hubungan ras tegang. Jan memperkenalkan temannya, Boris A. Max, untuk membela Bigger secara gratis. Jan dan Max berbicara dengan Bigger sebagai manusia, dan Bigger mulai melihat orang kulit putih sebagai individu dan dirinya sebagai sama  seperti mereka. Max mencoba untuk menyelamatkan Bigger dari hukuman mati, dengan alasan bahwa sementara kliennya bertanggung jawab atas kejahatannya, sangat penting untuk mengakui bahwa ia adalah produk dari lingkungannya.
Max memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak orang seperti Bigger jika Amerika tidak mengakhiri lingkaran setan kebencian dan dendam. Meskipun argumen Max benar, namun Bigger tetap dijatuhi hukuman oleh mati.